Prof. Suyitno: Riset di PTKI harus Menjawab Problem Umat dan Bangsa

Jakarta (Kemenag) – Kementerian Agama menegaskan arah baru pengembangan pendidikan tinggi keagamaan: riset harus berdampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya mengejar publikasi ilmiah.
Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, pada Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
“Kampus keagamaan tidak boleh terjebak pada rutinitas akademik yang steril dari realitas sosial. Riset harus menjawab problem umat dan bangsa,” kata Suyitno.
Menurutnya, orientasi kinerja perguruan tinggi ke depan tidak lagi cukup diukur dari jumlah jurnal atau angka partisipasi mahasiswa, tetapi dari kontribusi riil terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kita dorong perguruan tinggi keagamaan masuk dalam impact ranking, sehingga keberadaannya benar-benar terasa oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kemenag telah memberikan insentif riset pada bidang unggulan, khususnya religious studies, agar pendidikan tinggi keagamaan semakin diakui di tingkat global.
“Keilmuan keislaman adalah kekuatan kita. Itu harus dikembangkan dengan standar internasional, bukan sekadar menjadi pelengkap,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Kemenag juga menekankan pentingnya distingsi keilmuan bagi program studi umum yang dibuka di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).
“Prodi umum di PTK harus punya identitas. Kedokteran, Psikologi, atau prodi lain tidak boleh meniru mentah-mentah kampus umum,” kata Amien.
Ia mencontohkan, mahasiswa Kedokteran di UIN diharapkan menguasai ilmu medis modern sekaligus memahami khazanah kedokteran Islam dan etika keislaman. Sementara Psikologi Islam diarahkan mengintegrasikan teori psikologi kontemporer dengan pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik.
“Ini bukan romantisme masa lalu, tapi integrasi ilmu untuk melahirkan lulusan yang punya nilai tambah,” jelasnya.

Sumber: https://pendis.kemenag.go.id/direktorat-perguruan-tinggi-keagamaan-islam/kemenag-tekankan-ptki-hadirkan-dampak-nyata-bukan-sekadar-produksi-jurnal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *