Kurikulum Berbasis Cinta jadi Tema Utama IKRAR PTKI #1 2026

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menggelar IKRAR (Inovasi Kajian dan Riset Akademik Ramadhan PTKI) perdana di tahun kedua dengan tema “Kurikulum Berbasis Cinta di PTKI: Membangun Pendidikan Islam Humanis, Transformatif, dan Berdampak”. Acara ini menghadirkan dua orang narasumber utama, Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof. Dr. Muhammad Zainuddin, MA dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Keduanya merupakan penyusun Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Lailatuzz Zuhriyah, M.Ag (20/02/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Nur Khafid, M.Si menegaskan bahwa IKRAR tahun ini tidak hanya membahas kebijakan, tetapi juga menyoroti hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kajian gender dan anak. Acara ini juga mencakup pembahasan kebijakan yang berhubungan dengan direktorat lain, pengembangan karir dosen, tata kelola kelembagaan, dan kemahasiswaan.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, dalam pembukaan dan pengarahan, menyatakan bahwa IKRAR menjadi wadah untuk mengkaji hasil penelitian sebagai ciri khas PTKIN. Acara ini menghadirkan narasumber dari lintas kementerian terkait dengan pengembangan SDM dan perguruan tinggi, menekankan program Kementerian Agama. Salah satu program tersebut adalah Kurikulum Berbasis Cinta yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN untuk dimanfaatkan oleh perguruan tinggi.

Kegiatan yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh peneliti, dosen, rektor, dan pemangku kebijakan di lingkungan Kementerian Agama RI. Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag, dalam materinya “Cinta Ilahi: Relasi Etik Manusia dengan Tuhan”, menekankan pentingnya transformasi karakter berbasis cinta dalam pendidikan. Beliau menyoroti fenomena polarisasi sosial, intoleransi, dan krisis keteladanan yang menginspirasi lahirnya KBC. Sebagai penutup, Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag menyatakan bahwa pendidikan tanpa dasar cinta akan terasa kering. Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Zainuddin, MA, dalam materinya “Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta”, menjelaskan bahwa KBC dalam paradigma filsafat Islam bersifat teo-antroposentris. Beliau menekankan bahwa pendidikan berbasis cinta diharapkan dapat diimplementasikan di PTKI dan semua jenjang pendidikan, memajukan generasi muda Indonesia dengan lima cinta: kepada Tuhan, rasul, sesama manusia, alam, dan tanah air.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *